Ariel Sharon

Published February 17, 2013 by trioanaksejarah
Ariel Sharon

Nama Lengkap : Ariel Sharon

Alias : Sharon

Kategori : POLITIKUS

Tempat Lahir : Kfar Malal, British Mandate of Palestine

Tanggal Lahir : Minggu, 26 Februari 1928

Zodiac : Pisces

Warga Negara : Israel

Istri : Margalith, Lily Sharon

 
BIOGRAFI

Terkenal sebagai seorang yang kejam dengan tragedi pembantaian Qibya pada 13 Oktober 1953 yang menewaskan 96 orang Palestina oleh Unit 101 serta pembantaian Sabra dan Shatila di Libanon yang menewaskan sekitar 3000-3500 jiwa pada 1982, Ariel Sharon disebut-sebut sebagai pemimpin dari pembantaian sadis tersebut. Ia adalah mantan Perdana Menteri Israel yang hingga kini mengalami koma akibat sakit stroke yang dialaminya pada tahun 2006. 

Mengawali karir politik, Sharon bergabung dengan Knesset, parlemen Israel, sebagai anggota pada tahun 1973. Sebentar saja, setahun berikutnya ia memilih untuk hengkang dan menjadi Penasehat Keamanan bagi Perdana Menteri Yitzhak Rabin. Pada tahun 1977, ia kembali pada Knesset dan menerima jabatan sebagai Menteri Pertanian lalu beralih menjadi Menteri Pertahanan saat perang Lebanon yang terjadi antara Israel dan Lebanon pada 1981-1983. Dianggap sukses menjadi seorang politisi, setahun berikutnya, pria kelahiran Kfar Malal, British Mandate of Palestine, 26 Februari 1928 ini kemudian beralih peran menjadi Menteri Industri dan Perdagangan pada tahun 1984-1990 dilanjutkan menjadi Menteri Infrastruktur Nasional selama dua tahun. 

Dikenal sebagai pribadi yang tegas, Sharon berulang kali berganti jabatan hingga akhirnya berhasil duduk sebagai Perdana Menteri Israel yang kesebelas pada tahun 2001. 

Jauh sebelum nama Sharon banyak dikenal luas, pada umur 17 tahun, ia mulai bergabung dengan kelompok mafia Haganah yang biasa meneror kelompok rakyat Palestina. Berlanjut pada usia 20 tahun dimana ia diangkat menjadi seorang komandan infanteri Israel dalam Brigade Alexandroni. Menjadi seorang komandan bukan berarti ia bisa hidup tenang dengan anak buah yang berjaga, saat akan membakar sebuah ladang, Sharon sempat tertembak rentetan peluru dari warga Palestina yang hampir saja merenggut nyawanya. Nama Sharon kemudian dikenal saat ia terlibat dalam Perang Enam Hari atau biasa disebut perang Arab-Israel 1967 yang melibatkan gabungan tiga negara Arab yakni Mesir, Yordania, dan Suriah; dan perang Yom Kippur atau biasa dikenal dengan sebutan Perang Ramadan, perang yang terjadi antara pasukan Israel melawan koalisi negara-negara Arab yang dipimpin oleh Mesir dan Suriah.

Selain menjadi seorang komandan, lulusan Universitas Ibrani Yerussalem ini sempat menjadi pemimpin partai politik Likud, sebuah partai terbesar dalam koalisi pemerintah yang ada dalam parlemen Israel. Namun, pada tahun 2005, ia menyatakan mundur akibat masalah internal dan kemudian ia membentuk partai baru, Kadima.

Pada tahun 2005, Sharon mengalami pendarahan otak di samping stroke dan serangan jantung yang menyerangnya secara bersamaan. Operasi dilakukan untuk mengeluarkan gumpalan darah pada otaknya. Namun, operasi tersebut ternyata memberikan efek koma bagi Sharon. Hingga kini, dokter yang merawat Sharon pun hanya bisa menyatakan bahwa Sharon masih bertahan hidup, namun ia koma. Tercatat selama enam tahun Sharon koma dan hanya bisa berbaring di rumah sakit dekat peternakannya.

 

Riset dan Analisa: Atiqoh Hasan

SUMBER

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: