Amakusa Shiro, Pejuang Muda Pembela Agama dan Rakyat

Published February 14, 2013 by trioanaksejarah

Amakusa Shiro adalah seorang pemuda Kristen yang terkenal karena memimpin sebuah pemberontakan di Shimabara atau yang dikenal dengan peristiwa Shimabara-no-ran, pada zaman Edo.

Origins

Nama aslinya adalah Masuda Shiro Tokisada. Dia adalah putra pertama dari Masuda Jinbei yang berasal dari klan Masuda. Tidak ada yang tahu pasti kapan Shiro dilahirkan. Namun sejarah mencatat bahwa dia lahir di sebuah desa yang bernama Ebe, Distrik Uto, dimana dia dilahirkan di rumah keluarga ibunya. Keluarga Masuda adalah samurai dan penganut agama Kristen Katolik. Setelah pemimpin mereka yang bernama Yukinaga wafat, keluarga Masuda berakhir sebagai ronin (ronin adalah sebutan bagi samurai yang terpisah dari tuannya). Sejak saat itu, ayah Shiro bekerja sebagai petani.

Masa Kecil Shiro

Shiro kecil dikenal sebagai anak yang jenius. Bahkan buku ajaran Konfusius yang sulit dan begitu panjang, sudah dia hafal di luar kepala. Pada usia 9 tahun, dia diangkat sebagai pembantu oleh seorang samurai. Kemudian pada usia 12 tahun, dia berkelana ke Nagasaki untuk belajar menjadi seorang dokter. Disana dia dibaptis dengan nama baptis Jerome atau Fransisco.

Pemerintahan Terazawa

Pada tahun 1601, setelah Perang Sekigahara (Battle of Sekigahara) berakhir, kepualuan Amakusa yang tadinya milik Konishi Yukinaga berpindah tangan ke Terazawa Hirotaka. Pada tahun 1634-1637, dikarenakan sebuah kemarau panjang yang ekstrim, terjadi sebuah wabah kelaparan besar yang melanda rakyat Shimabara. Ditambah dengan ulah Terazawa yang memerintah dengan semena-mena. Terazawa menerapkan tarif pajak yang tinggi dan melakukan penindasan terhadap kaum Kristiani. Pastur Marco Ferraro meninggalkan sebuah buku sebelum diusir ke Makau. Dalam buku tersebut tertulis sebuah catatan yang berbunyi:
“Dua puluh lima tahun dari sekarang, ketika awan langit timur dan barat menjadi merah menyala, serta tanah di seluruh negeri berayun dan bergemuruh, akan muncul seorang anak Tuhan, dia akan menyelamatkan orang-orang.”
Sepulang dari Nagasaki, Shiro merasa iba melihat keadaan rakyat Amakusa yang sangat menderita.

Kemunculan Shiro

Pada saat usia Shiro menginjak 16 tahun, dia berkeliling desa untuk menyampaikan ceramah keagamaan. Beberapa peristiwa yang menakjubkan menjadikan dia sebagai legenda. Antara lain kisah yang paling terkenal adalah Shiro pernah menyembuhkan orang sakit dalam sekejap serta berjalan di atas air.

Pada bulan Oktober tahun itu, akan diselenggarakan pemungutan pajak tanah. Namun para petani dan ronin yang berhasil dikompori oleh Watanabe Kosaemon (kakak ipar Shiro), berusaha memberontak. Saat itu Shiro dipilih sebagai pemimpin rebellion, dengan tujuan menurunkan pajak dan menghapus pelarangan agama Kristen. Kemudian terjdilah sebuah pemberontakan yang dikenal dengan nama Pemberontakan Shimabara (Shimabara Rebellion).

Shimabara Rebellion

Pada saat itu, pasukan Shiro hanya bersenjatakan tongkat, garpu dan batu. Namun mereka berhasil membakar kota Shimabara dan membunuh sekitar 40 bangsawan. Diperkirakan jumlah pasukan Shiro adalah 20.000 orang (walaupun tidak semuanya penganut agama Kristen). Mendengar pemberontakan tersebut, Terazawa mengirimkan 3.000 prajurit, namun sejumlah 2.800 tewas di tangan pasukan Shiro.

Pada awal Januari 1638, Terazawa mengirimkan 30.000 prajurit ke Shimabara dibawah pimpinan Itakura Shigemasa. Karena kalah jumlah, pasukan yang dipimpin Shiro berhasil dipatahkan. Mereka terpaksa berlindung hingga pertahanan terakhir di dalam Istana Hara, dekat Semenanjung Shimabara. Saat itu Shiro mendapat tambahan sejumlah pasukan dimana wanita dan anak-anak ikut terlibat. Namun pada saat itu, jumpah pasukan yang mengepung Istana Hara sebesar 120.000 prajurit.

Pada bulan Februari, dikabarkan bahwa Shiro tewas bunuh diri di tengah kobaran api Istana Hara. Sekitar 8.000 pasukan Shiro gugur dan sisanya dihukum pancung dua hari kemudian. Setelah itu keluarga Masuda ditangkap dan diperlihatkan kepala Shiro. Namun ibunya berkata, “Amakusa Shiro anak Tuhan, dia tidak mungkin tewas terbunuh. Dia sudah naik ke surga, atau melarikan diri ke luar negeri atau ke Luzon dan sudah aman di sana”.

Penghormatan

Setelah peristiwa tersebut, kepala Shiro dipajang di depan Istana Hara. Sebuah akhir yang tragis untuk seorang pejuang muda yang membela hak rakyat dan agama. Namun, beberapa patung dibangun untuk mengenang jasa dan perjuangan Amakusa Shiro.

Dalam Era Modern

Ternyata Shiro menginspirasi beberapa karakter modern yang muncul dalam game dan anime. Antara lain munculnya Shiro sebagai pemeran antagonist dalam game Persona 4 dan Samurai Showdown.

Shiro juga muncul dalam anime legendaris, Samurai X dengan nama Shogo Amakusa. Namun lagi-lagi dia berperan sebagai tokoh antagonist.

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: